Ricky Kambuaya memang masuk sebagai pemain pengganti saat Timnas Indonesia menghadapi Bahrain. Meski begitu, kehadirannya di lapangan bukan sekadar formalitas. Dalam waktu 16 menit, ia mampu menampilkan performa yang mengesankan.
Pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa (25/3) malam WIB, Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Bahrain. Gol semata wayang dalam laga tersebut dicetak oleh Ole Romeny pada menit ke-23.
Kambuaya mulai bermain pada menit ke-74 setelah menggantikan Ragnar Oratmangoen. Walaupun hanya memiliki sedikit waktu di lapangan, ia tetap mampu memberi kontribusi berharga dengan sebuah umpan silang yang krusial.
Kepercayaan yang diberikan Patrick Kluivert menjadi kesempatan bagi Kambuaya untuk menunjukkan kemampuannya. Kreativitasnya dalam membangun serangan turut membantu Timnas Indonesia dalam menciptakan peluang berbahaya.
Ricky Kambuaya Sang Supersub
Ketika Ricky Kambuaya memasuki lapangan, sebagian besar pemain Indonesia sudah mulai kelelahan akibat tekanan yang terus diberikan oleh Bahrain. Tim lawan semakin intensif dalam upaya menyamakan kedudukan setelah tertinggal satu gol.
Dalam situasi seperti ini, kehadiran Kambuaya menjadi angin segar bagi Timnas Indonesia. Meski berposisi alami sebagai gelandang, pemain berusia 28 tahun ini tetap nyaman bermain di sisi kiri sebagai winger. Dengan penuh semangat, ia menunjukkan performa yang impresif dan berusaha memberikan kontribusi maksimal bagi tim.
Salah satu momen yang menonjol dalam penampilannya terjadi ketika ia tanpa ragu menggunakan kepalanya untuk memblok tendangan keras dari pemain Bahrain. Aksi tersebut sempat membuatnya terjatuh dan terkapar di lapangan, tetapi ia segera bangkit dan kembali bermain.
Statistik dari FotMob mencatat bahwa sepanjang laga, Kambuaya berhasil memenangkan setiap duel yang dihadapinya, menunjukkan determinasi serta daya juang tinggi. Selain berperan dalam aspek defensif, Kambuaya juga hampir mencatatkan assist yang bisa mengubah jalannya pertandingan.
Dalam salah satu peluang terbaiknya, ia mengirimkan umpan akurat menggunakan kaki bagian luar atau yang dikenal sebagai trivela kepada Eliano Reijnders. Sayangnya, penyelesaian akhir dari Reijnders tidak membuahkan gol, sehingga Timnas Indonesia gagal menambah keunggulan. Meski demikian, performa Kambuaya dalam 16 menit di lapangan tetap menjadi sorotan, membuktikan bahwa kontribusinya tidak bisa dianggap remeh.
Penantian Selama 1 Tahun Terbayarkan
Bagi Ricky Kambuaya, pertandingan melawan Bahrain menjadi momen yang sangat berarti dalam perjalanan kariernya bersama Timnas Indonesia. Sebelumnya, ia pernah menjadi salah satu pemain andalan di lini tengah.
Namun, dengan masuknya banyak pemain baru di sektor tersebut, posisinya perlahan tergeser, membuatnya jarang mendapat kesempatan tampil. Situasi ini membuatnya harus berjuang lebih keras untuk kembali membuktikan kemampuannya di level internasional.
Sebelum akhirnya dimainkan dalam laga kontra Bahrain, terakhir kali Kambuaya membela Timnas Indonesia terjadi pada Maret 2024. Saat itu, ia hanya tampil sebagai pemain pengganti dalam dua pertandingan melawan Vietnam. Hal ini menandakan bahwa selama hampir satu tahun penuh, ia tidak mendapatkan menit bermain bersama Skuad Garuda.
Meskipun namanya tetap masuk dalam daftar pemain yang dipanggil ke tim nasional, persaingan ketat di lini tengah membuat Kambuaya harus bersabar menanti kesempatan. Kesempatan yang datang dalam laga melawan Bahrain menjadi bukti bahwa dirinya masih memiliki peran dalam skuad, serta mampu berkontribusi ketika diberikan kepercayaan oleh pelatih.
Dengan kualitas yang sudah dibuktikan Ricky Kambuaya meski hanya bermain 16 menit, dirinya telah menunjukkan bahwa Patrick Kluivert bisa mempertimbangkan pemain asal Dewa United itu untuk diberikan kesempatan bermain lebih lama.