Setiap kali Ole Romeny menaruh telapak tangan di bawah dagunya, itu menjadi pertanda bahwa striker Timnas Indonesia tersebut baru saja mencetak gol. Selebrasi khas ini sudah dilakukan sebanyak dua kali, menandakan bahwa dirinya semakin menunjukkan ketajamannya di lini depan sebagai mesin gol bagi tim yang dijuluki Garuda.
Salah satu momen ketika Romeny melakukan selebrasi ini terjadi saat ia mencetak satu-satunya gol bagi Timnas Indonesia dalam laga melawan Timnas Australia. Meski timnya harus menelan kekalahan telak dengan skor 1-5 pada Kamis, 20 Maret 2025, Romeny tetap berhasil mencatatkan namanya di papan skor.
Ketajamannya kembali terbukti dalam pertandingan selanjutnya ketika Timnas Bahrain menjadi korban ketangguhannya. Pada menit ke-24, ia sukses menjebol gawang tim yang dikenal dengan julukan Dilmun’s Warriors, menegaskan perannya sebagai salah satu ujung tombak paling berbahaya bagi Timnas Indonesia.
Ole Romeny Kembali Tunjukkan Aksinya Sebagai Striker
Ole Romeny kembali menunjukkan ketajamannya sebagai seorang striker saat menghadapi Timnas Bahrain. Sebelumnya, ia telah mencetak gol dalam pertandingan debutnya bersama Timnas Indonesia saat melawan Australia. Keberhasilannya mencetak gol dalam dua laga berturut-turut semakin menegaskan perannya sebagai pemain yang patut diperhitungkan di lini serang Garuda.
Pada laga melawan Bahrain, Romeny mencetak gol setelah menerima umpan matang dari Marselino Ferdinan. Dengan tenang, ia berhasil menaklukkan kiper Bahrain, Ebrahim Lutfallah, sebelum berlari menuju pojok kanan lini pertahanan lawan untuk merayakan keberhasilannya.
Seperti yang sudah menjadi ciri khasnya, bomber Oxford United yang berkompetisi di kasta kedua Liga Inggris itu kembali melakukan selebrasi unik dengan menaruh telapak tangan di bawah dagunya. Kali ini selebrasi tersebut turut diikuti oleh Marselino Ferdinan sebagai pemberi assist, menambah kesan istimewa dalam perayaan gol tersebut.
Arti Mendalam Selebrasi yang Dilakukan Ole Romeny
Di balik gestur selebrasi meletakkan tangan di bawah dagu yang dilakukan Ole Romeny dan yang kemudian diikuti Marselino Ferdinan, ternyata tersimpan makna yang cukup mendalam. Selebrasi itu bukan sekadar gaya, melainkan sebuah simbol keteguhan hati.
Romeny ingin menyampaikan pesan bahwa dalam situasi seberat apa pun, seseorang harus tetap menjaga kepala tetap tegak dan tidak mudah menyerah. Sikap pantang menyerah ini seolah menjadi cerminan dari semangat juang yang selalu ia tunjukkan di atas lapangan.
Ole Romeny mengungkapkan bahwa selebrasi yang ia lakukan memiliki makna mendalam sebagai simbol untuk tetap menegakkan kepala dalam menghadapi segala tantangan. Menurutnya, gestur tersebut bukan sekadar perayaan gol, tetapi juga sebuah pesan positif bagi siapa saja yang tengah mengalami masa sulit, baik dalam dunia sepak bola maupun kehidupan secara umum.
Ia juga menegaskan pentingnya kerja keras dan keyakinan diri, bahkan di tengah kondisi yang sulit. Baginya, pesan ini tidak hanya ditujukan untuk para pesepak bola, tetapi juga untuk anak-anak, orang dewasa, dan siapa pun yang membutuhkan motivasi agar tetap berjuang menghadapi tantangan yang ada.
Setelah menjalani laga bersama Timnas Indonesia, Romeny akan kembali ke klubnya, Oxford United. Saat ini, ia masih berusaha menunjukkan konsistensinya agar bisa mendapatkan tempat utama dalam tim tersebut.
Sejak bergabung dengan klub milik Ketua PSSI, Erick Thohir, pada Januari 2025 setelah pindah dari FC Utrecht, Romeny terus berupaya membuktikan kemampuannya agar bisa bersaing sebagai starter di kompetisi sepak bola Inggris.
Pada Juni nanti, Ole Romeny kemungkinan besar akan kembali dipanggil Patrick Kluivert untuk persiapan laga selanjutnya menghadapi China dan Jepang. Harapannya Ole Romeny semakin berkembang dan semakin memberi banyak memberi kontribusi untuk Timnas Indonesia.